Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Dua Tahun Tragedi Rempang, Warga Gelar Pasar Rakyat Melawan Sebagai Simbol Perjuangan

BRIMO

Dua Tahun Tragedi Pulau Rempang: Pasar Rakyat Melawan Jadi Simbol Perlawanan dan Persatuan Warga

Kabar Sungai Raya- Dua tahun sudah berlalu sejak tragedi memilukan yang menimpa masyarakat Pulau Rempang. Namun, ingatan akan tindak kekerasan yang terjadi pada 7 September 2023 tidak pernah benar-benar pudar. Luka itu masih membekas, tetapi dari luka itulah lahir semangat persatuan yang semakin kuat.

Sebagai bentuk perlawanan sekaligus pengingat atas kejadian kelam tersebut, warga kini menghadirkan “Pasar Rakyat Melawan”. Acara ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan berdagang, melainkan juga simbol perjuangan mempertahankan tanah yang telah mereka tinggali turun-temurun selama ratusan tahun.

Klik Disini
Dua Tahun Tragedi Rempang, Warga Gelar Pasar Rakyat Melawan Sebagai Simbol Perjuangan
Dua Tahun Tragedi Rempang, Warga Gelar Pasar Rakyat Melawan Sebagai Simbol Perjuangan

Baca Juga : Tradisi Chio Sik Kow di Kubu Raya, Doa untuk Arwah Tanpa Keluarga


Pasar Rakyat Melawan: Dari Hasil Bumi hingga Atraksi Seni

Di Pasar Rakyat Melawan, pengunjung disuguhkan beragam hasil bumi dan laut khas Pulau Rempang. Mulai dari ikan segar, rajungan, kepiting, sayur-mayur, buah-buahan, hingga makanan olahan dari hasil bumi setempat. Semua dijajakan dengan penuh semangat oleh masyarakat.

Tak hanya itu, berbagai atraksi kesenian tradisional juga memeriahkan acara, menjadikannya bukan sekadar pasar biasa, melainkan ruang budaya yang merekatkan kebersamaan. Ada enam gerai utama yang mewakili kampung-kampung di Rempang, antara lain Sungai Raya Sembulang Hulu, Sembulang Pasir Merah, Sungai Buluh, Pasir Panjang, dan Kampung Pantai Tiga Putri.

Bagi masyarakat, pasar ini adalah wadah yang memperkuat ikatan antarwarga, sekaligus mengingatkan bahwa Rempang bukan sekadar tanah, melainkan identitas dan ruang hidup yang diwariskan oleh leluhur.


Luka Lama yang Tak Terlupakan

Koordinator Umum Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu (AMAR-GB), Ishak, menegaskan bahwa masyarakat tidak akan melupakan kekerasan yang dilakukan tim terpadu dua tahun lalu.

Menurutnya, penyerangan yang dilakukan oleh 1.010 personel gabungan pada September 2023 telah mengakibatkan banyak korban. Tujuh warga ditangkap, belasan anak sekolah menjadi korban gas air mata hingga harus dilarikan ke pusat kesehatan, dan sejumlah warga lain mengalami luka-luka.

“Rempang adalah identitas kita, Rempang adalah ruang hidup kita, dan tidak mungkin akan kita gadaikan pada siapapun,” tegas Ishak, Senin (8/9/2025).

Bagi masyarakat, menjaga kampung berarti menjaga masa depan anak cucu. Karena itu, tanah Rempang bukan sekadar aset, melainkan warisan budaya dan sejarah yang harus dilestarikan.


Dukungan untuk Pejuang Demokrasi

Dalam rangkaian kegiatan Pasar Rakyat Melawan, warga Pulau Rempang juga menyampaikan dukungan penuh kepada para korban kerusuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi di berbagai daerah pada 25 Agustus – 1 September 2025.

“Kami juga menyerukan agar semua pejuang demokrasi yang ditangkap dalam aksi segera dibebaskan,” lanjut Ishak.

Bagi warga, perjuangan mereka tidak hanya soal mempertahankan tanah, tapi juga menjaga demokrasi dan hak asasi manusia agar tetap ditegakkan di negeri ini.


Suara Perempuan: Nek Awe Mengajak Warga Tetap Berani

Salah satu suara yang menggema dalam acara ini datang dari Siti Hawa, warga Sembulang Hulu yang akrab disapa Nek Awe. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk berani menjaga kampung halaman dari ancaman pihak-pihak yang ingin merampasnya.

“Harkat dan martabat Melayu serta sejarah kami ada di kampung ini. Kampung kami sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Karena itu, tidak boleh ada alasan apapun untuk menghapusnya,” tegas Nek Awe.

Baginya, perlawanan ini bukan hanya untuk masa kini, tetapi juga untuk memastikan anak cucu kelak tetap memiliki tanah air tempat mereka berpijak.


Pasar Rakyat Sebagai Simbol Harapan

Lebih dari sekadar ajang berdagang, Pasar Rakyat Melawan menjadi simbol harapan baru. Di tengah luka dan trauma, warga Rempang memilih untuk bangkit dengan cara yang bermartabat: merawat budaya, mempertahankan tanah, dan memperkuat persatuan.

Bagi mereka, perjuangan ini belum berakhir. Rempang tetaplah rumah, dan selama rumah itu masih berdiri, mereka akan terus menjaga serta melawan segala bentuk ancaman yang datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *