Kabar Sungai Raya — Hujan lebat disertai angin kencang kembali menyebabkan bencana di wilayah Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (12/7/2025) sore. Sebuah pohon besar tumbang dan menimpa warung kopi milik warga, menyebabkan kerusakan parah dan luka ringan pada pemiliknya.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, tepatnya di Dusun Sela, Desa Durian, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Korban, Acep Abdul Faqih (54), mengalami luka memar di bagian kepala akibat tertimpa ranting pohon saat sedang mengambil jemuran di samping warung,” jelas Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mewakili Kapolsek Sungai Ambawang, AKP Prambudi.
Penyebab dan Dampak Cuaca Ekstrem
Menurut Aiptu Ade, faktor cuaca ekstrem menjadi penyebab utama tumbangnya pohon besar tersebut. Angin kencang dan tingginya curah hujan membuat akar pohon tidak mampu menopang beban, sehingga roboh dan menimpa bangunan semi permanen milik Acep.
“Ini murni akibat alam. Akar tidak kuat menahan terpaan angin dan hujan deras,” ujarnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material masih dalam pendataan petugas.
Baca Juga : Percepat Pelayanan Publik, Anggota DPRD Kubu Raya Amri Desak Pemekaran Desa dan Kecamatan
Proses Evakuasi Cepat dan Tanggap
Setelah menerima laporan dari warga, petugas Polsek Sungai Ambawang langsung berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kubu Raya dan PKSA (Pemadam Kebakaran Sungai Ambawang). Tim gabungan melakukan proses evakuasi pohon tumbang dengan alat pemotong dan pembersihan puing-puing.
“Evakuasi berjalan lancar meski medan cukup sempit. Petugas bekerja cepat dan sigap,” tambah Ade.
Korban luka telah mendapatkan penanganan medis dan kini dalam kondisi stabil.
Imbauan Kewaspadaan Cuaca dan Bahaya Pohon Tua
Menyikapi kejadian ini, Polres Kubu Raya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan segera melaporkan keberadaan pohon tua atau rawan tumbang di sekitar permukiman.
“Kami terus bersinergi dengan BPBD, DLH, dan Damkar untuk memberikan respon cepat demi keselamatan warga,” tegas Ade.
Kejadian ini menjadi peringatan dini bagi masyarakat untuk tidak menyepelekan potensi bahaya dari cuaca yang tak menentu di musim pancaroba.















